Kardiologi

 

Judul Materi : Malondialdehide pada Infark Miokard Akut.
Pembimbing : Niniek Purwaningtyas, dr., SpJP(K), FIHA
Nama Penyaji : dr. Surya Prabowo
Hari & Tempat : Rabu, 15 Juni 2016, Ruang Diskusi SMF Jantung Gd. Aster Lt.3 RSUD Dr. Moewardi Surakarta
Jam : 10.30 WIB – Selesai

Latar Belakang : Infark miokard akut merupakan suatu nekrosis miokard yang berkaitan dengan iskemia miokard akut sebagai akibat dari suatu aterosklerosis dimana insidennya semakin lama semakin meningkat. Stres oksidatif berkontribusi penting dalam aterosklerosis dimana kemudian akan berlanjut kepada proses peroksidase lemak dan menghasilkan produk sekunder berupa malondialdehyde. Peningkatan malondialdehyde pada infark miokard akut berakibat kepada penurunan kontraktilitas miokard sehingga meningkatkan resiko syok kardiogenik yang berakibat terjadinya peningkatan morbiditas dan mortalitas paska infark.

Tujuan : Untuk mengetahui nilai prediksi, sensitivitas, spesifisitas dan resiko yang diakibatkan oleh peningkatan malondialdehyde dibandingkan dengan troponin i terhadap kontraktilitas miokard pada pasien infark miokard akut dengan elevasi segmen ST.

Metode : Jenis penelitian ini adalah kohort prospektif. 40 subyek infark miokard akut dengan elevasi segmen ST yang menjalani perawatan di Intensive Cardiovascular Care Unit RSUD. DR. Moewardi, Surakarta, kemudian dilakukan pemeriksaan malondialdehyde dan troponin i serta dilakukan pemeriksaan ekokardiografi. Analisis korelasi malondialdehyde dan troponin i terhadap kontraktilitas miokard menggunakan uji pearsons. Analisis regresi logistik untuk menganalisis pengaruh malondialdehyde dan troponin i terhadap derajat keparahan kontraktilitas miokard. Sedangkan kurva ROC digunakan untuk untuk mengetahui sensitivitas dan spesifisitas masing-masing variabel independen terhadap kontraktilitas miokard.

Hasil : Didapatkan korelasi negatif yang kuat antara malondialdehyde dengan kontraktilitas miokard (ß = -14,23; CI 95% -19,27 – -9,20; p < 0,001). Sedangkan troponin i memiliki korelasi yang lemah dengan kontraktilitas miokard (ß = 0,19; CI 95% -0,16 – 0,54; p = 0,273). pada nilai MDA > 1,92 µmol/L berpotensi menurunkan kontraktilitas miokard sebesar 27,28 kali lipat (OR 27,28; CI 95% 1,92-386,78; p = 0,015). MDA memiliki sensitivitas 75,6% dan spesifisitas 74,6%, pada nilai 1,92 µmol/L, sedangkan troponin i memiliki sensitivitas 57,7% dan spesifisitas 57,1%, pada nilai 2,58 µg/L.

Kesimpulan : Peningkatan malondialdehyde dapat memprediksi penurunan kontraktilitas miokard lebih baik bila dibandingkan dengan troponin i pada pasien infark miokard akut dengan elevasi segmen ST.